Perusahaan manufaktur yang memiliki banyak fasilitas produksi menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan perusahaan dengan satu pabrik.
Ketika jumlah fasilitas bertambah, sistem mesin, software, sensor, dan perangkat produksi yang berbeda dapat membuat pengelolaan menjadi semakin kompleks.
Karena itu, standardisasi otomasi industri menjadi semakin penting.
Artikel Automation News membahas mengapa common automation standards dibutuhkan perusahaan yang ingin mengembangkan sistem otomasi secara konsisten di berbagai lokasi.
Apa Itu Standardisasi Otomasi Industri?
Standardisasi otomasi industri adalah pendekatan untuk membuat sistem, perangkat, komunikasi, dan proses otomasi memiliki standar yang konsisten.
Tujuannya bukan berarti semua pabrik harus menggunakan mesin dengan merek yang sama.
Yang lebih penting adalah memastikan perangkat dapat bekerja dengan standar sistem perusahaan dan menghasilkan data yang dapat digunakan secara konsisten.
Hal ini menjadi semakin penting ketika perusahaan ingin menghubungkan beberapa fasilitas produksi dalam satu sistem monitoring.
Masalah yang Sering Terjadi di Pabrik
Bayangkan sebuah perusahaan memiliki tiga pabrik.
Pabrik pertama menggunakan timbangan yang terhubung ke komputer. Pabrik kedua menggunakan pencatatan manual. Sementara pabrik ketiga menggunakan sistem berbeda dengan format data yang tidak sama.
Ketika kantor pusat ingin membandingkan data produksi, proses tersebut menjadi lebih sulit.
Masalah serupa dapat terjadi pada checkweigher, sensor, metal detector, software, dan perangkat inspection lainnya.
Karena itu, otomasi industri tidak hanya berbicara tentang mesin otomatis, tetapi juga tentang bagaimana data antarperangkat dapat digunakan bersama.
Timbangan Menjadi Bagian dari Otomasi
Timbangan produksi merupakan salah satu perangkat yang menghasilkan data penting.
Dalam proses manufacturing, data berat dapat digunakan untuk memastikan bahan sesuai formulasi, mengontrol quantity produk, dan mendeteksi penyimpangan.
Timbangan modern juga dapat memiliki berbagai interface untuk komunikasi dengan perangkat lain.
Sebagai contoh, Presisi PWB Series menawarkan pilihan konektivitas seperti Ethernet, RS232, USB, dan Wi-Fi.
Dengan konektivitas tersebut, timbangan dapat dikembangkan untuk kebutuhan aplikasi yang membutuhkan pertukaran data.
Product Inspection dan Data Produksi
Selain timbangan, perusahaan manufaktur juga membutuhkan sistem product inspection.
Solusi Product Inspection dari Intitek mencakup checkweigher, metal detector, X-ray inspection, serta solusi untuk mendukung quality control dan traceability.
Data dari perangkat tersebut dapat menjadi bagian dari proses produksi yang lebih terintegrasi.
Misalnya, hasil checkweighing dapat digunakan untuk mengidentifikasi produk yang tidak sesuai berat standar sebelum masuk ke proses berikutnya.
Standardisasi Mempermudah Ekspansi
Ketika perusahaan membuka pabrik baru, penggunaan standar sistem yang sudah ditentukan dapat mempercepat proses implementasi.
Tim engineering juga lebih mudah melakukan troubleshooting karena konfigurasi sistem relatif konsisten.
Dalam jangka panjang, standardisasi dapat membantu perusahaan mengurangi kompleksitas ketika melakukan ekspansi.
Namun, standardisasi sebaiknya direncanakan sejak awal, terutama ketika perusahaan sedang membangun fasilitas produksi baru.
Menuju Smart Manufacturing
Standardisasi juga menjadi fondasi menuju smart manufacturing.
AI, IoT, predictive maintenance, dan data analytics membutuhkan data yang berasal dari berbagai perangkat.
Jika setiap perangkat menggunakan sistem yang berbeda dan sulit berkomunikasi, perusahaan akan lebih sulit memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
Karena itu, langkah menuju smart factory dapat dimulai dari hal yang lebih sederhana: memastikan perangkat di lantai produksi mampu menghasilkan data yang konsisten.
Intitek Mendukung Kebutuhan Otomasi Industri
Intitek menyediakan solusi timbangan industri, weighing system, checkweigher, product inspection, serta integrasi data yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Perusahaan tidak harus langsung melakukan perubahan besar.
Digitalisasi dapat dimulai dari satu proses, kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan produksi.
Untuk mendiskusikan kebutuhan otomasi industri, weighing system, dan product inspection, konsultasikan bersama Intitek.



