ANTARA melaporkan kerja sama Indonesia–China untuk meningkatkan produksi perikanan, termasuk modernisasi armada penangkapan mulai September 2026. Perkembangan tersebut menjadi konteks bagi industri pengolahan untuk meninjau kesiapan fasilitas penerimaan dan produksi.
Dari sisi operasional pabrik, peningkatan pasokan perlu diikuti pencatatan yang rapi. Karena itu, perusahaan dapat memulai evaluasi dari tiga titik: penerimaan bahan, proses pengolahan, dan penyimpanan produk.
Timbangan Industri Perikanan pada Tahap Receiving
Pada tahap receiving, operator perlu membedakan berat ikan dari berat keranjang, pallet, dan bahan pendukung. Jika wadah atau es ikut terhitung tanpa prosedur yang jelas, catatan penerimaan bisa berbeda dari jumlah bahan yang siap diolah.
Pertama, tetapkan cara penentuan tare atau berat wadah. Selanjutnya, gunakan prosedur penirisan dan penanganan es yang konsisten sesuai spesifikasi penerimaan.
Data penerimaan sebaiknya mencakup:
- Identitas pemasok dan nomor lot.
- Jenis serta kondisi bahan.
- Berat bruto, tare, dan netto.
- Waktu penerimaan dan identitas operator.
- Hasil pemeriksaan mutu yang terkait.
Untuk beban dalam keranjang besar atau pallet, perusahaan dapat meninjau pilihan floor scale Intitek. Kapasitas, ukuran platform, dan perlindungan komponennya perlu mengikuti kondisi area kerja.
Menghubungkan Berat Bahan dengan Hasil Pengolahan
Setelah penerimaan, bahan biasanya melewati penyortiran, pembersihan, pemotongan, atau proses lainnya. Setiap tahap dapat menghasilkan perubahan massa.
Karena itu, catat berat bahan yang masuk dan hasil yang keluar pada batas proses yang sama. Kemudian, pisahkan produk utama, hasil samping, produk tidak sesuai, dan bahan yang masih dalam proses.
Sebagai ilustrasi, rendemen dapat dihitung dari berat produk utama dibagi berat bahan masuk, lalu dikalikan 100%. Namun, perbandingan hanya bermakna jika kedua angka menggunakan dasar penimbangan yang konsisten.
Selain itu, identitas lot perlu tetap terhubung ketika satu lot terbagi menjadi beberapa batch. Dengan demikian, tim dapat menelusuri selisih hasil tanpa hanya mengandalkan catatan total harian.
Untuk pekerjaan borongan berbasis hasil timbang, PRISMA Smart Tally yang dibahas Intitek dapat menjadi bahan evaluasi pencatatan produksi dan perhitungan hasil kerja.
Kontrol Berat Kemasan sebelum Cold Storage
Pada tahap pengemasan, perusahaan perlu memastikan berat produk mengikuti spesifikasi yang ditetapkan. Checkweigher dapat membantu menyaring kemasan di luar batas berat apabila konfigurasi alat sesuai dengan produk dan kecepatan lini.
Namun, berat kemasan yang terbaca tidak otomatis sama dengan berat bersih ikan. Wadah dan lapisan es pelindung atau glaze perlu diperhitungkan sesuai metode produk.
Panduan pengolahan ikan dari FAO membahas penggunaan timbangan dengan tare dan kalibrasi yang sesuai dalam penimbangan produk kemasan. Karena itu, prosedur QC tetap perlu mendampingi pemeriksaan berat otomatis.
Selanjutnya, hubungkan data karton atau pallet dengan lokasi penyimpanan. Catatan berat mendukung pengendalian stok, sedangkan pencatatan suhu tetap diperlukan untuk memantau cold chain.
Memilih Sistem untuk Area Basah dan Dingin
Lingkungan pengolahan ikan menuntut perhatian terhadap air, garam, kondensasi, dan kegiatan pembersihan. Oleh sebab itu, pemilihan timbangan industri perikanan perlu mempertimbangkan material, perlindungan komponen, drainase, serta suhu operasional.
Selain perangkat, evaluasi alur pencatatan melalui sistem dan aplikasi timbangan Intitek. Kebutuhan integrasi harus mencakup identitas lot, format laporan, dan penanganan data ketika koneksi terputus.
Rapikan Alur Penimbangan Bersama Intitek
PT Intitek Presisi Integrasi menyediakan pilihan timbangan, sistem pencatatan, dan solusi product inspection yang dapat dievaluasi untuk kebutuhan pengolahan perikanan.
Mulailah dengan memetakan kapasitas penerimaan, jenis kemasan, kondisi ruangan, dan titik pencatatan yang paling sering menimbulkan selisih.
Diskusikan kebutuhan timbangan industri perikanan bersama Intitek untuk menyusun solusi yang sesuai, dari receiving hingga pengiriman produk.



