Kontrol mutu tepung telur membutuhkan pemeriksaan pada beberapa tahapan produksi. Berat kemasan dan hasil pengujian sampel memberikan informasi yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu memilih perangkat berdasarkan tujuan pemeriksaannya.
Menurut pemberitaan ANTARA tentang pembangunan pabrik olahan telur dan daging, pemerintah menyiapkan pembangunan tiga pabrik. Rencana tersebut masih mencakup tahap studi kelayakan. Pengembangannya bertujuan membantu penyerapan produksi dan kebutuhan produk olahan.
Pada tahap persiapan, pengelola dapat memetakan titik pemeriksaan sejak awal. Dengan demikian, kebutuhan laboratorium dan pengemasan dapat mengikuti rancangan proses produksi.
Kontrol Mutu Tepung Telur pada Berat Kemasan
Setelah pengisian, perusahaan perlu memeriksa kesesuaian berat kemasan. Penyimpangan dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pengaturan proses pengisian.
Checkweigher dalam kategori product inspection Intitek berfungsi untuk pemeriksaan berat otomatis pada lini produksi. Pemilihan perangkat perlu mengikuti ukuran kemasan, rentang berat, dan kecepatan operasional.
Selain itu, tim perlu menetapkan batas penerimaan sesuai spesifikasi produk. Selanjutnya, uji alat menggunakan kemasan aktual sebelum penggunaan rutin.
Jika konfigurasi mencakup mekanisme penolakan, periksa pula keberhasilan pemisahan kemasan. Langkah ini membantu memastikan produk yang tidak sesuai masuk ke alur penanganan yang benar.
Dengan demikian, kontrol mutu tepung telur tidak hanya menghasilkan angka berat. Pemeriksaan juga perlu terhubung dengan tindakan ketika terjadi penyimpangan.
Moisture Analyzer untuk Evaluasi Sampel
Selain berat kemasan, perusahaan dapat mengevaluasi karakteristik sampel melalui metode pengeringan. Moisture analyzer memantau perubahan massa selama proses pemanasan.
Dokumentasi moisture analyzer RADWAG menjelaskan penggunaan kehilangan massa sebagai dasar pembacaan. Karena itu, hasil pengujian perlu mengikuti metode yang sesuai dengan karakter bahan.
Tim laboratorium perlu menetapkan bobot sampel, suhu, dan kriteria penghentian pengeringan. Selain itu, evaluasi hasil terhadap metode acuan sebelum menjadikannya prosedur rutin.
Kehilangan massa akibat pemanasan dapat mencakup komponen selain air. Oleh sebab itu, interpretasi hasil harus mempertimbangkan karakter sampel dan kondisi pengujian.
Pilihan Moisture Analyzer dalam Katalog Intitek
Intitek mencantumkan Radwag MA R Series Moisture Analyzer dan Radwag MA X2 Series Moisture Analyzer dalam kategori Moisture Analyzer. Kedua seri tersebut dapat menjadi pilihan untuk evaluasi kebutuhan laboratorium.
Namun, kesesuaian perangkat tetap memerlukan peninjauan metode dan sampel. Untuk produk olahan daging, tim juga perlu mengevaluasi parameter secara terpisah.
Selain itu, pengujian dengan moisture analyzer tidak menggantikan seluruh pemeriksaan keamanan pangan. Program mutu tetap perlu mencakup parameter lain sesuai karakter produk.
Satukan Pemeriksaan dalam Catatan Batch
Kontrol mutu tepung telur akan lebih mudah ditelusuri melalui nomor batch yang konsisten. Hubungkan hasil pemeriksaan berat dengan catatan pengujian sampel.
Selanjutnya, simpan informasi waktu, operator, metode, dan status evaluasi. Dengan catatan tersebut, tim memiliki konteks saat meninjau hasil produksi.
Untuk membahas Checkweigher dan Moisture Analyzer, sampaikan contoh kemasan serta kebutuhan pengujian kepada Intitek. Tim kami dapat membantu meninjau pilihan perangkat sesuai alur pengolahan pangan Anda.



