Berapa banyak defect yang bisa ditemukan manusia ketika lini produksi berjalan ribuan produk per jam?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika industri meningkatkan kecepatan produksi.
SICK membawa teknologi AI-powered 3D machine vision ke industrial inspection melalui platform Nova. Teknologi tersebut menggabungkan deep learning dengan data ketinggian 3D untuk membantu proses inspeksi. Aplikasinya mencakup industri seperti elektronik, baterai, otomotif, consumer goods, dan logistik. (Metrology News)
Case Industri: Produksi Cepat, Inspection Tidak Boleh Tertinggal
Bayangkan sebuah lini produksi dengan ribuan produk.
Produk bergerak. Operator melakukan inspeksi. Kemudian produk berikutnya datang.
Semakin tinggi kecepatan produksi, semakin besar tantangan menjaga konsistensi inspeksi manual.
Masalahnya bukan berarti operator tidak mampu melakukan inspection.
Masalahnya adalah manusia memiliki keterbatasan dalam melakukan pekerjaan berulang dengan kecepatan dan konsistensi tinggi.
Masalah QC Bukan Hanya Cacat Visual
Dalam banyak industri, kualitas produk dapat ditentukan oleh beberapa parameter:
- berat;
- dimensi;
- bentuk;
- keberadaan komponen;
- kontaminasi;
- dan kondisi fisik.
Karena itu, satu teknologi inspection tidak selalu cukup.
Solusinya: Kombinasikan Teknologi Inspection
AI machine vision dapat digunakan untuk kebutuhan visual.
Namun untuk berat, dibutuhkan weighing.
Untuk kontaminan metal, dibutuhkan metal detector.
Untuk benda asing atau struktur internal tertentu, X-ray dapat digunakan.
Intitek menyediakan solusi product inspection yang mencakup checkweigher, metal detector, dan X-ray inspection untuk kebutuhan industri.
Pendekatannya dapat dibuat menjadi:
Weighing + Metal Detection + X-Ray + Vision + Data
Setiap teknologi menangani jenis masalah yang berbeda.
AI Tetap Membutuhkan Data
AI tidak bekerja dalam ruang kosong. Sistem membutuhkan data yang berkualitas untuk menghasilkan keputusan.
Dalam proses industrial inspection, alurnya dapat menjadi:
Sensor → Measurement → Inspection → AI → Decision → Reject
Karena itu, perkembangan AI justru membuat kualitas perangkat measurement semakin penting.
RADWAG Indonesia juga menyediakan berbagai solusi weighing untuk kebutuhan industri yang dapat menjadi bagian dari proses measurement.
Tidak Semua QC Harus Langsung Menggunakan AI
Sebelum memilih AI, perusahaan perlu mengetahui masalah sebenarnya. Apakah masalahnya:
Berat produk tidak konsisten? Gunakan weighing atau checkweigher.
Ada risiko kontaminasi metal? Evaluasi metal detector.
Ada kemungkinan foreign object? Pertimbangkan X-ray.
Masalahnya cacat visual atau dimensi? Machine vision dapat menjadi opsi.
Baru setelah kebutuhan tersebut jelas, AI dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kemampuan inspection.
Untuk perusahaan yang sedang mengevaluasi solusi product inspection Intitek, pendekatan berbasis kebutuhan proses dapat membantu menentukan teknologi yang benar-benar diperlukan.
Karena tujuan quality control bukan menggunakan teknologi sebanyak mungkin, tetapi memastikan masalah yang tepat dapat ditemukan dengan cara yang tepat.



