Dalam industri makanan, kelebihan beberapa gram pada satu produk mungkin terlihat kecil.
Namun ketika produksi mencapai ribuan atau jutaan kemasan, kelebihan tersebut dapat menjadi pemborosan material yang signifikan.
Karena itu, otomasi penimbangan menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan konsistensi berat dan efisiensi produksi.
Salah satu kasus nyata datang dari KILOM, produsen produk unggas yang menerapkan automated tray packing. Berdasarkan studi kasus KILOM yang dipublikasikan Innovations Food, lini tersebut menggunakan empat Fresh Food Weighers dan tiga checkweigher.
Studi kasus tersebut melaporkan pengurangan operator dari sembilan menjadi enam orang per lini serta peningkatan efisiensi hingga 33%.
Kasus tersebut menunjukkan bagaimana teknologi weighing dan automation dapat menjadi bagian dari peningkatan efisiensi proses.
Apa Itu Giveaway?
Giveaway adalah kelebihan berat produk dibandingkan berat target. Contoh sederhana:
Target: 500 gram
Aktual: 510 gram
Giveaway: 10 gram
Jika perusahaan memproduksi 10.000 produk:
10 gram × 10.000 = 100 kg
Angka tersebut hanya ilustrasi. Kondisi aktual bergantung pada karakteristik produk, toleransi, harga bahan, dan proses produksi.
Namun semakin besar volume produksi, semakin penting pengendalian berat.
Dari Timbangan Manual ke Checkweigher
Proses manual biasanya terdiri dari:
Timbang → Isi → Cek → Koreksi
Ketika produksi semakin cepat, proses manual dapat menjadi bottleneck.
Dengan sistem otomatis:
Filling → Checkweigher → Reject → Data
Checkweigher dapat memeriksa berat produk ketika bergerak di conveyor.
Produk yang berada di luar batas toleransi dapat dipisahkan secara otomatis sesuai konfigurasi sistem.
Apa Manfaat Checkweigher?
Dalam industri makanan, checkweigher dapat membantu:
- Mengontrol berat produk
- Mengurangi giveaway
- Menjaga konsistensi produksi
- Mengurangi pemeriksaan manual
- Memantau proses produksi
- Mendukung quality control
Untuk kebutuhan timbangan industri dan weighing system, perusahaan dapat berkonsultasi melalui TIMBANGAN PAS.
Untuk kebutuhan sistem weighing yang lebih terintegrasi, PresisiTech WT10 dari Intitek dapat digunakan sesuai kebutuhan aplikasi.
Otomasi Tidak Harus Langsung Full Automation
Perusahaan tidak selalu harus langsung mengotomatisasi seluruh lini produksi.
Implementasi dapat dilakukan secara bertahap:
Tahap 1: Timbangan digital
Tahap 2: Checkweigher
Tahap 3: Automatic reject
Tahap 4: Data logging
Tahap 5: Integrasi sistem
Dengan pendekatan bertahap, perusahaan dapat menyesuaikan investasi dengan volume produksi dan kebutuhan operasional.
Bagaimana Menghitung ROI?
Sebelum membeli mesin timbang otomatis atau checkweigher, perusahaan dapat menghitung:
- Volume produksi
- Giveaway rata-rata
- Harga bahan
- Jumlah operator
- Biaya tenaga kerja
- Throughput
- Reject
- Downtime
Data tersebut membantu perusahaan mengetahui potensi penghematan dan menentukan apakah otomasi layak diterapkan.
Solusi Weighing untuk Industri Makanan
PT Intitek Presisi Integrasi menyediakan solusi weighing dan integrasi untuk kebutuhan industri.
Untuk kebutuhan precision weighing dan industrial weighing, RADWAG Indonesia menyediakan berbagai solusi weighing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Pemilihan sistem sebaiknya mempertimbangkan jenis produk, kapasitas, target throughput, lingkungan kerja, dan kebutuhan integrasi.
Mulai Kurangi Giveaway dari Proses Penimbangan
Otomasi penimbangan bukan sekadar mengganti timbangan manual dengan mesin.
Tujuannya adalah membantu perusahaan mendapatkan proses yang lebih:
Akurat → Konsisten → Efisien → Terukur
Bagi industri makanan dengan volume produksi tinggi, pengendalian giveaway dan peningkatan produktivitas dapat menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi sistem penimbangan yang digunakan saat ini.
Jika Anda ingin mengetahui potensi penghematan dari checkweigher atau sistem penimbangan otomatis, konsultasikan proses produksi Anda bersama Intitek dan evaluasi solusi yang paling sesuai.



